#Gerakanmenutupaurat

Mengapa Harus Terbuka Sedang Yang tertutup Jauh Lebih Baik

Kajian Rutin

Setiap Senin di Musholah Ulul Al-Baab

Mountain

Allah Lah yang menciptakan ini semua

Mountains

Mountains Lake

Sunday, April 14, 2013

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng


Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya melankolis.

Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…

Sunday, April 07, 2013

Kaum Liberal dan Pentingnya Khilafah


01. mengapa ramai hastag #IndonesiaTanpaJIL? semua itu wajar mengingat mudharat besar yg dihasilkan kelompok 'kaki-tangan' barat ini

02. mulai dari membolehkan homoseksual, penolakan terhadap syariat Islam dan pembenaran untuk mengumbar aurat mereka dakwahkan

03. sampai ke penghalalan nikah beda agama, penghinaan terhadap kerasulan Muhammad saw, gugatan atas keaslian Al-Qur'an mereka gencarkan

04. maka wajar ummat Islam menolak liberalisme, bagaikan menggunting dalam lipatan, mereka menamakan diri Islam dan mempropagandakan barat

05. ditilik dari segi sejarah, kemunculan kaum liberal (JIL) di indonesia sangat terkait dengan gerakan liberal di dunia Islam umumnya

Saturday, April 06, 2013

Adakah Pacaran Islami?

Sahabat yg ingin tau tentang pacaran dan seluk beluknya , nonton yuk!






Monday, November 05, 2012

Kenapa Islam Harus Larang Pacaran ? Padahal Kami Bisa Menjaga Diri


Oleh Ustadz Felix Siauw
1. "emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?" | iya, Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk pacaran
2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR mau tetangga, tetep aja haram
3. "kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?" |
nggak ngapa-ngapain aja dapet dosa, rugi kan? mendingan nggak usahlah
4. "tapi kan kita punya perasaan" | so? punya perasaan nggak buat kamu boleh melanggar hukum Allah yang kasi kamu perasaan
5. "kalo pacarannya bikin positif?" | positif hamil maksudnya?
6. "hehe.. jangan suudzann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto" | shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? pernah denger ikhlas?
7. "nggak, maksudnya kita, dia kan ber-amar ma'ruf.." | halah, dusta, mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah :)
8. "kalo orangtua udah restui?" | mau orangtua restui, mau orangutan, tetep aja pacaran maksiat
9. "katanya ridha Allah bersama ridha ortu?" | wkwk.. ngawur, dalam taat pada Allah iya, dalam maksiat? masak ortu lebih tau dari Allah?
10. "jadi nggak boleh nih? kl dikit aja gimana?" | eee.. nawar, emang ini toko besi kulakan?
11. "terus solusinya gimana? kan Allah ciptakan rasa cinta?" | nikah, itu solusi dan baru namanya serius
12. "yaa.. saya kan masih belum cukup umur" | sudah tau belum niat nikah, kenapa malah mulai pacaran?
13. "pacaran kan enak, nikmat" | iya, nikmat bagi lelaki, bagimu penyesalan penuh airmata nanti
14. "pacar saya udah bilang dia serius sih, 6 tahun lagi baru dia lamar saya" | itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak unt sengsara
15. "pacar sy bilang nunggu sampe punya rumah baru lamar" | itu agen properti atau calon suami? nggak serius banget
16. "pacar sy bilang nikahnya nanti kalo udah cukup duit" | alasan klise, itulah yg cowok katakan untuk tunjukkin betapa nggak komit dia
17. "pacar sy bilang mau nikah tapi tunggu saudaranya nikah dulu" | ya tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah
18. "pacar sy bilang dia siap, tapi nunggu lulus" | alasan yang paling menunjukkan ketidakseriusan, nggak siap tu namanya
19. "pacar sy siap ketemu ortu sy sekarang juga, tapi sy yg belum siap" | cape deeh (=_=);
20. "ya udah, kakak-adik aja ya?" | wkwk.. maksa banget sih mau maksiat? giliran suruh shalat aja banyak alasan
21. "terus yang serius itu yang gimana?" | yang berani datangi wali-mu, dan dapet restu wali-mu dan menikahimu segera
22. "iya, sy udah putusin pacar, dia mau bunuh diri katanya" | tuh, tau kan mental lelaki pacaran, suruh nguras laut aja lelaki begitu
23. hal terserius yang bisa dilakukan yg belum siap adalah memantaskan diri | bukan justru mengobral diri
24. pahami agama, kaji Islam, perjuangkan Islam sebagai persiapan, itu baru serius | agar pantas dirimu jadi pasangan dan ortu yg baik
25. cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya | bukan dengan pacaran, baku syahwat pake badan
26. kl siap walau nikahnya harus besok, barulah ta'aruf | karena ta'aruf bukan mainan bagi yg belum siap
27. jadi serius bagi yg sudah siap adl dengan nikah | sementara serius bagi yg belum siap adl mendekat dan taat pada Allah | kelir?

Saturday, June 23, 2012

Budaya tidak tepat waktu, mengapa terjadi?

Kok Gak On Time?Palu, 23 juni 2012. Lagi acara yang saya hadiri terlambat dimulai di jadwal yang tercantum di tiket sih mulainya jam 9.00 pagi, tapi ternyata acaranya baru dimulai pada jam 10.15. Terlambat sekitar 1 jam dari jadwal sungguh membuat saya jengkel. Untunglah para panitia bisa menyiasati waktu yang terbuang tadi dengan sedikit hal-hal yang menarik jadi rasa jengkel saya sedikit terobati. Yang membuat saya heran hal ini terjadi bukan karena narasumber/pemateri terlambat datang, namun karena pesertanya yang lambat datang. Sungguh aneh dalam batinku.

Teringat saat saya masih di Malang. Acara atau kegiatan yang di adakan jarang sekali terlambat dimulai, jika terlambat pun itu karena ada hal-hal yang sangat fatal terjadi. Namun dii Palu berbeda, sejak 1 tahun saya kuliah di Palu, hampir semua acara-acara yang saya hadiri pasti terlambat dimulai. Yang anehnya hal itu terjadi sama seperti yang saya katakan sebelumnya yaitu karena peserta kegiatan/acara tesebut terlambat dimulai. Malahan suatu hari saya pernah mendapati acara yang narasumbrnya agak terlambat eh malah pesertanya lebih lambat lagi, dan akibatnya acaranya terlambat dimulai. Jadinya setiap acara tuh kesannya kok kayak acara yang butuh peserta, bukan pesertanya yang butuh acara trsebut, sangat mengherankan. Padahal coba bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk sesuatu yang tidak penting seperti ini.

Beberapa teman yang saya tanya mengungkapkan alasan-alasan yang tidak jauh berbeda ketika saya tanyai kenapa hal seperti ini sering terjadi di palu.

“kebiasaan. kurang mampu menghargai kesepakatan bersama” ujar Abduh Saputra jurusan Bahasa, lalu “mindsetnya sudah salah, selalu berfikir kalau kegiatan bakal terlambat jadi pesertanya lambat datang” menurut Suaib jurusan Kesehatan masyarakat, dan “Tidak menghargai waktu” menurut Andi Radi jurusan Fisika.

Dari ketiga teman tadi saya bisa menyimpulkan bahwa seringnya terjadi keterlambatan acara yang diadakan karena kebiasaan dan mindset yang salah dari  para masyarakatnya sehingga hal ini sangat susah untuk dihilangkan. Padahal masalah waktu adalah masalah yang penting. bagaimana bisa kita menginginkan daerah kita maju namun kita sering tidak menghargai waktu.

coba renungkan kita menginginkan perkembangan yang cepat untuk daerah kita, damun waktu kita sering kita sia-siakan dengan percuma, sedangkan di daerah lain mereka selalu memanfaatkan waktu dengan baik. dan di negara lain, Jepang misalnya saat kita sia-siakan waktu kita mereka disana menggunakannya dengan efisien dan melakukan hal-hal yang produktif.

Mungkin salah satu mengapa Indonesia pun terlambat berkembang karena masyarakatnya sering tak menghargai waktu. Marilah kita Mahasiswa yang katanya agen of change merubah kebiasaan buruk ini. Mulailah dari diri kita sendiri dan mencontohkan pada yang lain sehingga kita bisa menjadi bangsa yang tepat waktu.